Berikut ringkasan isi buku dalam bahasa Indonesia berdasarkan gambar-gambar halaman:
Pengertian hermeneutika (hermeneuo) berasal dari Hermes, dewa Yunani yang berfungsi sebagai utusan/penafsir pesan para dewa; pada konteks ini hermeneutika adalah seni menafsirkan tulisan suci secara benar.Exegesis vs eisegesis:
- Exegesis adalah praktik nyata menerapkan prinsip hermeneutika untuk memahami teks Alkitab.
- Eisegesis adalah membaca makna sendiri ke dalam teks, misalnya mengabaikan hukum moral karena tidak sesuai dengan gambaran kekristenan yang diinginkan, atau membebaskan narasi dari makna literal dengan cara spiritualisasi yang berlebihan.
Interpretation involves 3 elements (Tiga unsur penafsiran):
- The HUMAN Element (Unsur manusia)
1) Harus telah diselamatkan (ramalan kasih karunia melalui Roma 8:8; Matius 13:12-15).
2) Dewasa secara rohani untuk memahami dan menggunakan Alkitab dengan bantuan Roh Kudus (referensi: Ibrani 5:11-6:1; 1 Petrus 2:2-3; Yohanes 16:12; 2 Petrus 3:15-16).
3) Tidak boleh menafsirkan Alkitab melalui pengalaman pribadi; sebaliknya, pengalaman harus ditafsirkan melalui Kitab Suci.
- The DIVINE Element (Unsur ilahi)
- Roh Kudus menginspirasi dan merupakan penafsir terakhir Alkitab.
- Penekanan pada peran kolaboratif antara manusia yang terlatih dan bimbingan ilahi dalam menafsirkan teks.
The LITERARY Element (Unsur sastra/kitabiah)
- 1) Alkitab secara keseluruhan harus dipakai; jangan hanya mengandalkan beberapa ayat favorit.
- 2) Pertimbangkan semua aspek bahasa: tata bahasa, genre, tujuan/nilai akhir (telos), konteks, exegesis.
- 3) Bersikap pada kedaulatan inerransi Alkitab (ketidakberbolaan kebenaran teks).
- Roh Kudus menginspirasi dan menjadi penafsir terakhir Alkitab (2 Petrus 1:19-21).
How do I start? Cara memulai penafsiran:
- Identifikasi jenis sastra yang sedang ditafsirkan (narasi, nubuat, puisi, sejarah, Injil, surat).
- Pertimbangkan konteks passage untuk memahami maknanya secara lebih baik.
The HUMAN Element (lanjutan) dan The DIVINE Element menekankan bahwa penafsiran adalah kerja sama antara kepekaan manusia yang terdidik dan otoritas ilahi melalui Roh Kudus.Ringkasnya, hermeneutika adalah proses interpretasi Alkitab yang komprehensif: melibatkan kajian literatur Alkitab secara utuh, memahami bahasa dan konteks, disertai panduan ilahi, agar makna asli penulis dapat dipahami tanpa menambah atau mengubah maksudnya.Kesimpulannya: hermeneutika adalah perpaduan antara upaya manusia yang terdidik dan bimbingan Roh Kudus untuk menafsirkan Alkitab secara akurat dengan memperhatikan seluruh isi kitab, bahasa, genre, konteks, dan tujuan teks.
Komentar