Berikut ringkasan isi buku dalam Bahasa Indonesia berdasarkan gambar-gambar halamannya:
Cerita dibuka dengan hilangnya patung etnografis unik yang disebut Patung Kuping Belah (jimat Arumbaya) dari sebuah museum. Tintin dan Snowy terlibat dalam penyelidikan sejak pagi hari itu, mencoba menyingkap siapa pelaku dan bagaimana patung itu bisa hilang.Di latar belakang, tampak keterlibatan beberapa tokoh museum (direktur, kurator, dan pihak-pihak terkait) serta suasana penyelidikan di sekitar museum. Ada petunjuk bahwa para penjaga atau pihak internal mungkin terlibat atau setidaknya mengetahui peristiwa hilangnya patung tersebut.Kisah bergulir ke rangkaian kejadian di mana Tintin mengikuti jejak para pencuri yang tampaknya terkait dengan perdagangan artefak. Sementara itu, berbagai adegan humor dan situasi konyol menggambarkan upaya para pelaku untuk menutupi jejaknya.Tokoh-tokoh lain seperti penggemar artefak, kolektor, dan polisi muncul dalam adegan-adegan pemeriksaan, penyamaran, dan konfrontasi. Ada dinamika misteri seputar identitas para pencuri dan bagaimana patung Arumbaya bisa dipindahkan tanpa terdeteksi.Plot berkembang dengan pengungkapan bahwa patung asli hampir digantikan dengan replika, dan beberapa kejadian berputar pada upaya para pencuri untuk mengelabui pihak berwenang serta publik.Pada akhirnya Tintin berhasil mengungkap kebenaran, patung Arumbaya berhasil diselamatkan atau dikembalikan ke muzium, dan para pelaku menghadapi konsekuensi. Cerita ditutup dengan suasana penyelesaian dan kepastian bahwa harta budaya telah kembali ke tempatnya.Kesimpulan: Cerita ini menekankan pentingnya keingintahuan dan kecerdikan seorang Tintin dalam mengungkap kasus, serta nilai pelestarian budaya dan kejujuran menghadapi tindak kejahatan perdagangan artefak.