Berikut ringkasan isi buku berdasarkan gambar halaman yang tersedia:
Buku ini membahas bahasa tubuh sebagai bagian penting dari komunikasi nonverbal. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami maksud dan perasaan lawan bicara sehingga komunikasi menjadi lebih efektif, hubungan lebih baik, dan potensi salah tafsir bisa dikurangi.Pembuka dan sekapur mengandung seruan agar pembaca belajar membaca sinyal nonverbal secara cermat, dengan beberapa kutipan dari pakar yang menekankan pentingnya pelatihan dan kehati-hatian dalam menafsirkan bahasa tubuh.Bagian pendahuluan menjelaskan mengapa kita perlu memahami bahasa tubuh. Intinya, bahasa tubuh sering menyampaikan pesan yang tidak diucapkan secara verbal, sehingga kemampuan membacanya sangat berguna dalam interaksi sehari-hari.Struktur isi utama terbagi menjadi tujuh bab:
1) Satu: Orang Bohong β bagaimana kebohongan bisa terungkap melalui sinyal nonverbal.
2) Dua: Orang Tertarik β tanda-tanda ketertarikan yang muncul secara nonverbal.
3) Tiga: Orang Menolak atau Marah β ciri-ciri bahasa tubuh saat menolak atau marah.
4) Empat: Kekuasaan β bagaimana perdamaian atau dominasi dapat terlihat lewat gerak tubuh.
5) Lima: Orang Sedih Kecewa atau Stres β sinyal-sinyal emosi negatif dan stres.
6) Enam: Lain: Gerakan Tangan β berbagai gerakan tangan yang memberi konteks pada komunikasi.
7) Tujuh: Khas dari Penjuru Dunia β perbedaan budaya tubuh dan ekspresi nonverbal di berbagai belahan dunia.
Di bab tambahan (βDi buku ini pulaβ¦β) diajak lebih dalam mempelajari gejala kebohongan dalam interaksi, mengungkap bahwa banyak orang tidak sadar akan bahasa tubuh yang mereka tunjukkan.Bagian referensi (βKepustakaanβ) menandai bahwa isi buku didukung oleh sumber-sumber ilmiah dan kutipan para ahli.Penutup mencerminkan nuansa bahwa meskipun membaca bahasa tubuh sangat berguna, tetap diperlukan konteks dan konfirmasi verbal untuk memastikan pemahaman yang akurat.Kesimpulannya: Buku ini berfungsi sebagai panduan untuk membaca bahasa tubuh sebagai alat memahami orang lain lebih baik dalam komunikasi, namun hasil pembacaan tetap perlu diuji lewat konteks dan bahasa verbal agar tidak salah tafsir.