Berikut ringkasan isi buku “Kisah Petualangan Tintin: Patung Kuping Belah” (The Broken Ear) berdasarkan gambar-gambar halaman yang ditampilkan:
Tintin bersama anjingnya Snowy berada di sekitar museum etnografis. Di dalam etalase dipamer artefak suku Arumbaya, termasuk sebuah jimat yang sangat berharga.
Jimat Arumbaya mengalami kehilangan/ketika dipamerkan, telinga patung itu dikabarkan “patah” sehingga judul buku pun terinspirasi dari kejadian ini.
Seorang pedagang artefak bernama Tuan Baltazar (Mr. Baltazar) dan pihak-pihak yang terkait berencana mencuri jimat tersebut untuk diperdagangkan ke pasar gelap.
Tintin mengikuti berbagai petunjuk melalui serangkaian adegan di museum, toko antik, dan lokasi lain. Ia berhadapan dengan berbagai karakter aneh, termasuk polisi dan para penipu tukang bohong yang mencoba menipu atau mengaburkan jejak.
Terjadi rangkaian kejadian lucu dan tegang: penyelundupan, penyamaran, pengejaran, serta upaya sabotase terhadap Tintin. Snowy juga terpaksa terlibat dalam situasi-situasi berbahaya.
Pada puncaknya Tintin berhasil mengungkap pelaku di balik pencurian itu, menjebak Baltazar, dan menemukan kembali jimat Arumbaya yang hilang. Kejahatan terungkap, artefak diselamatkan, dan para pelaku dikemas dalam proses hukum/penangkapan.
Cerita menonjolkan tema ketamakan dan kecerdikan dalam menghadapi kejahatan, serta menampilkan gaya petualangan khas Tintin yang penuh teka-teki dan humor.Ringkasan ini menggambarkan alur utama: pencurian artefak etnografis di museum, perburuan jejak oleh Tintin, pengungkapan pelaku utama Mr. Baltazar, hingga pemulihan artefak dan penyelesaian kasus.