Berikut ringkasan isi buku berdasarkan gambar-gambar halaman di atas (Bahasa Indonesia):
Buku ini merupakan bagian dari Seri Raja-Raja II dengan judul Kerajaan yang Terpecah. Ceritanya menuturkan peristiwa-peristiwa setelah kematian Raja Salomo, yaitu bagaimana kepemimpinan berikutnya membawa bangsa Israel ke dalam perpecahan.Opening narasi: setelah Salomo wafat, Rehabeam naik tahta. Rakyat menuntut agar beban pemerintahannya tidak terlalu berat. Nasihat para tua-tua meminta dia bersikap lemah lembut dan menjaga kesejahteraan rakyat, sedangkan nasihat pemuda mengusulkan kebijakan yang lebih tegas.Keputusan Rehabeam yang keras membuat sepuluh suku Israel memberontak; mereka menolak pemerintahan Rehabeam dan memilih Jeroboam sebagai raja di utara. Akhirnya kerajaan terpecah menjadi dua: Yehuda di selatan di bawah keturunan Daud (Rehabeam), dan Israel di utara di bawah Jeroboam.Kilas balik mengenai Jeroboam: ia mengangkat dua anak lembu emas di Betel dan Dan sebagai pusat ibadah agar rakyat tidak pergi ke Yerusalem. Tindakan ini dianggap sebagai dosa besar karena menyimpang dari perintah Tuhan dan memicu penyembahan berhala.Konfrontasi antara raja-raja dan umat meningkat. Para nabi dan penasihat mencoba memperingatkan tentang bahaya penyimpangan, tetapi banyak pihak tetap menuntut kebijakan yang mengutamakan kekuasaan sendiri. Perdebatan antara ketaatan kepada Tuhan dan hasrat akan kekuasaan menjadi tema sentral.Gambaran konflik dan dampaknya berkepanjangan: umat Yehuda dan Israel berada pada jalur yang berbeda, dengan konsekuensi politik dan rohani yang serius. Adegan-adegan berikutnya menggambarkan upaya-upaya untuk mempertahankan perintah Allah, tetapi juga ketegangan dan konsekuensi dari keputusan pemerintahan yang tidak bijaksana serta penyembahan berhala.Buku ini juga menampilkan kisah-kisah para raja dan nabi palsu, serta bagaimana tindakan yang tidak setia kepada Tuhan membawa umat kepada berbagai ujian dan kehancuran.Kesimpulan: Kerajaan terpecah karena kombinasi keputusan yang kurang bijaksana, penolakan terhadap nasihat yang baik, serta penyembahan berhala; perpecahan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintahan yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan berpotensi memicu perpecahan dan kehancuran bangsa.